“API INJIL TAK BOLEH PADAM!” — KPN 2026 Deklarasikan Gerakan Nasional Jangkau Pelosok Indonesia

Bandung,13 Pebruari 2026– Konferensi Penginjilan Nasional (KPN) 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan rohani, tetapi berubah menjadi momentum deklarasi besar gerakan penginjilan nasional. Dari Bandung, para pemimpin gereja, penginjil, dan lembaga misi menyatakan komitmen kuat untuk memperluas pemberitaan Injil hingga ke pelosok Indonesia.

Deklarasi yang dibacakan pada penutupan konferensi menegaskan satu pesan utama: api penginjilan tidak boleh padam. Peserta menyatakan kesiapan untuk menjaga semangat Amanat Agung tetap menyala dan bergerak lebih masif, terorganisir, serta menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh pelayanan.

Salah satu poin paling kuat dalam deklarasi tersebut adalah komitmen untuk memprioritaskan penjangkauan kelompok masyarakat yang belum mendapatkan akses pelayanan rohani. Para peserta juga menyatakan tekad untuk merintis jemaat baru, khususnya di desa-desa dan daerah terpencil.

Tidak berhenti di sana, KPN 2026 juga mendorong kemandirian pelayanan melalui pemberdayaan ekonomi. Para pelayan misi didorong untuk membangun kewirausahaan sebagai sarana pelayanan sekaligus menopang keberlanjutan misi di lapangan.

Regenerasi menjadi sorotan penting. Peserta konferensi menegaskan perlunya menyiapkan generasi muda sebagai penginjil masa depan melalui pelatihan yang sistematis dan berkelanjutan. Estafet pelayanan, menurut deklarasi tersebut, tidak boleh terputus.

Kolaborasi lintas denominasi gereja dan lembaga misi juga ditekankan sebagai kekuatan strategis dalam memperluas gerakan penginjilan nasional. Sinergi dinilai menjadi kunci untuk mempercepat jangkauan pelayanan secara lebih efektif dan terstruktur.

Sebagai langkah konkret, peserta menyatakan komitmen tiga tindakan utama: memberitakan Injil, membaptis orang percaya, dan memuridkan jemaat agar mampu menjadi pelayan yang mengajar orang lain.

Deklarasi KPN 2026 menjadi penegasan bahwa gereja di Indonesia tidak tinggal diam menghadapi tantangan zaman. Dari Bandung, semangat penginjilan ditegaskan kembali — bukan sekadar wacana, tetapi gerakan nyata.

Konferensi ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan baru pelayanan misi nasional, dengan visi menjangkau setiap lapisan masyarakat dan menghadirkan dampak spiritual yang lebih luas.

Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *