Shalom dan Salam Damai Sejahtera.
Saya, Pdt. Dr. Maruba Sinaga, S.H., M.H., Ketua Umum BKAG Nasional (Badan Kerjasama Antar Gereja Nasional), menyampaikan surat terbuka ini kepada seluruh tokoh bangsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat publik, figur publik, serta seluruh rakyat Indonesia.

Jangan pelintir ajaran Kristus di ruang publik.
Ajaran Kristen tidak pernah, dan tidak akan pernah, mengajarkan bahwa membunuh sesama manusia adalah jalan menuju keselamatan, kemuliaan rohani, apalagi disebut sebagai “syahid”.
Itu bukan ajaran Yesus Kristus.
Itu bukan iman Kristen.
Itu bukan doktrin gereja.
Yesus Kristus mengajarkan:
- Kasih kepada sesama manusia;
- Kasih kepada musuh;
- Pengampunan;
- Damai sejahtera;
- Penghormatan terhadap martabat dan kehidupan manusia.
Maka siapa pun yang berbicara di ruang publik seolah-olah kekristenan membenarkan pembunuhan, sesungguhnya sedang:
- menyederhanakan iman secara keliru;
- membangun persepsi publik yang menyesatkan;
- melukai perasaan umat Kristiani;
- serta berpotensi merusak harmoni antarumat beragama.
Kami tidak anti kritik.
Kami tegas menolak fitnah terhadap ajaran.
Dalam negara demokrasi, setiap orang berhak berbicara.
Namun kebebasan berbicara bukanlah kebebasan untuk memelintir ajaran agama orang lain.
Tokoh publik harus memahami satu hal penting:
Ketika Anda berbicara tentang agama lain, Anda sedang menyentuh wilayah suci yang hidup dalam hati jutaan umat.

Karena itu, setiap ucapan harus mengandung tanggung jawab moral.
Bukan sekadar bebas.
Bukan sekadar retoris.
Bukan sekadar analisis yang kabur dan tidak utuh.
Jika terdapat salah tafsir, maka klarifikasi harus disampaikan secara terang, jujur, dan terbuka.
Apabila benar terdapat potongan video yang keluar dari konteks, maka klarifikasi terbuka bukan lagi pilihan—melainkan kewajiban moral.
Namun satu hal harus ditegaskan dengan jelas:
Tidak boleh ada ruang bagi narasi yang menempatkan ajaran Kristen seolah-olah menghalalkan pembunuhan.
Itu harus diluruskan.
Secara terbuka.
Secara jelas.
Secara bermartabat.

Kami mengajak umat Kristen untuk tetap tenang, namun tidak diam terhadap kekeliruan.
Kepada seluruh umat Kristiani Indonesia:
- Tetap tenang;
- Jangan terpancing provokasi;
- Jangan membalas dengan kebencian;
- Jangan merusak persaudaraan kebangsaan.
Namun kami juga menegaskan:
Kasih bukan berarti membiarkan kebenaran dipelintir.
Damai bukan berarti membiarkan ajaran Kristus disalahpahami.
Toleransi bukan berarti diam ketika iman dilukai oleh narasi yang keliru.
Pesan kami untuk bangsa ini sangat jelas:
Hormati iman orang lain jika Anda ingin dihormati.
Jangan gunakan agama lain sebagai bahan tafsir serampangan.
Jangan membangun panggung publik dengan mengorbankan martabat keyakinan orang lain.
Indonesia tidak akan kuat hanya karena banyaknya pidato.
Indonesia akan kuat karena kejujuran, penghormatan, dan kedewasaan moral.
Atas nama BKAG Nasional, saya menyatakan:
Kami berdiri teguh membela kemurnian ajaran Kristus.
Kami menjaga martabat iman Kristen.
Kami merawat kerukunan bangsa dengan kasih—namun tetap dengan ketegasan.
Jangan pelintir ajaran Kristus di ruang publik.
Jangan lukai umat beragama dengan narasi yang tidak benar.
Mari kita bangun Indonesia di atas saling menghormati, bukan saling melukai.
Tuhan memberkati Indonesia.
Damai sejahtera Kristus menyertai kita semua.
Hormat Saya,
DEWAN PIMPINAN NASIONAL
BADAN KERJASAMA ANTAR GEREJA (BKAG)
Ketua Umum
Pdt. Dr. Maruba Sinaga, S.H., M.H.