filter: 0; jpegRotation: 90; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0;

“Tidak Semua Pertumbuhan Itu Sehat” — Pdt. Mulianto Halim Ingatkan Gereja Jelang Paskah

BANDUNG, 3 April 2026 — Menjelang Paskah, gereja-gereja menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan. Berbagai program disiapkan, pelayanan diperluas, dan ibadah dirancang semakin menarik.

Sekilas, semua tampak sebagai tanda pertumbuhan.

Namun Pdt. Mulianto Halim, Ketua PGLII Kota Bandung sekaligus Sekretaris Umum Sinode GKKI, mengingatkan bahwa tidak semua pertumbuhan berarti sehat secara rohani.

“Kita bisa bertambah secara aktivitas, tetapi belum tentu bertumbuh dalam kedalaman,” ujarnya.

Menurutnya, gereja perlu berhati-hati agar tidak terjebak pada ukuran-ukuran luar yang terlihat berhasil, tetapi mengabaikan hal yang paling mendasar.

Ia menegaskan bahwa pusat dari iman tidak pernah berubah, yaitu salib.

“Salib bukan sekadar simbol yang dikenang, tetapi dasar yang menentukan arah hidup. Kalau ini bergeser, maka semua yang dibangun di atasnya ikut bergeser,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan banyak orang yang ingin mengalami hasil tanpa melalui proses pembentukan.

Ingin kuat tanpa diuji.
Ingin pulih tanpa berproses.

Padahal, menurutnya, justru di dalam proses itulah iman dibentuk dan dimurnikan.

“Kebangkitan tidak bisa dilepaskan dari salib. Tanpa salib, kebangkitan kehilangan makna,” katanya.

Dalam konteks kehidupan kota Bandung yang penuh dinamika dan tekanan, ia menilai pesan ini menjadi sangat relevan, khususnya bagi mereka yang terus bergerak tanpa sempat merefleksikan arah hidupnya.

“Jangan sampai kita terlihat berkembang, tetapi sebenarnya kehilangan arah,” ujarnya.

Menjelang Paskah, ia mengajak gereja untuk kembali kepada esensi, bukan sekadar aktivitas.

Lebih dalam, bukan sekadar lebih banyak.
Lebih tepat, bukan sekadar lebih besar.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan pesan yang sederhana namun tegas:

“Selamat Paskah. Pastikan kita tidak hanya bertumbuh, tetapi juga tetap berakar pada yang benar.”

(Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *