DARURAT SAMPAH! Sekda Bekasi Gaspol Jalankan Instruksi Presiden, Target 3 Tahun Sistem Berubah Total

Jakarta, 26 Februari 2026 – Isu darurat sampah nasional bukan lagi sekadar wacana. Pemerintah pusat secara tegas menyatakan bahwa pengelolaan sampah di Indonesia memasuki fase krusial. Jika tidak dilakukan perubahan sistemik dalam tiga tahun ke depan, sejumlah tempat pemrosesan akhir (TPA) terancam kolaps.

Momentum itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar di Jakarta. Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, hadir langsung dan menegaskan bahwa Kota Bekasi tidak akan tinggal diam menghadapi situasi ini.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama. Dibutuhkan percepatan langkah, pembenahan manajemen dari hulu ke hilir, serta keterlibatan aktif masyarakat. “Ini bukan hanya tugas dinas kebersihan. Semua perangkat daerah, sekolah, kelurahan, hingga RT/RW harus bergerak bersama,” tegasnya.

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa rata-rata usia TPA di Indonesia sudah mendekati batas maksimal operasional. Jika tidak ada transformasi sistem pengurangan dan pengolahan sampah, beban lingkungan akan semakin berat dan berpotensi menimbulkan krisis baru, baik dari sisi kesehatan maupun tata kota.

Pemkot Bekasi, lanjut Junaedi, akan mengakselerasi program pengurangan sampah dari sumbernya. Gerakan pemilahan, penguatan bank sampah, optimalisasi pengolahan berbasis teknologi, serta penegakan disiplin kebersihan di lingkungan perkantoran dan sekolah menjadi fokus utama.

Ia juga menekankan bahwa perubahan budaya adalah kunci. “Kalau hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA, kita akan terus menumpuk masalah. Solusinya ada di rumah tangga dan komunitas. Pengurangan harus dimulai dari sana,” ujarnya.

Momentum Hari Peduli Sampah Nasional 2026 disebut sebagai titik balik untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan gerakan kebersihan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi kebiasaan kolektif yang terukur dan berkelanjutan.

Dengan tekanan waktu yang semakin sempit menuju 2028, Kota Bekasi kini bersiap melakukan lompatan kebijakan. Tantangannya besar, namun komitmen telah ditegaskan: sistem harus berubah, dan perubahan itu dimulai sekarang.

Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *