Peran Pers dalam Isu HAM Diperkuat, KemenHAM Kalteng Gelar Diskusi Bersama Wartawan
Palangka Raya – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Kalimantan Tengah menginisiasi forum diskusi bersama insan pers guna memperdalam pemahaman mengenai hak asasi manusia (HAM) dalam praktik jurnalistik. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Aurilla, Palangka Raya, Sabtu (14/3/2026), dan diikuti oleh wartawan dari berbagai organisasi pers di wilayah Kalimantan Tengah.
Forum ini mengangkat tema “Penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat (Media/Wartawan) di Wilayah Kalimantan Tengah”, sebagai bagian dari upaya memperluas literasi HAM di kalangan masyarakat melalui peran strategis media.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari agenda nasional Kementerian HAM yang sebelumnya diluncurkan dalam Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan HAM di Indonesia pada 11 Maret 2026 di Jakarta.
Dalam agenda nasional tersebut, Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa media memiliki kontribusi penting dalam membangun kesadaran publik tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Melalui program yang melibatkan komunitas pers, pemerintah berupaya memperkuat kolaborasi antara negara dan media dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya jurnalistik.
Beberapa program yang disiapkan antara lain kelas pendidikan HAM bagi wartawan, lomba karya jurnalistik bertema HAM, serta pemberian penghargaan bagi karya pers yang dinilai mampu mengangkat isu hak asasi manusia secara konstruktif.
Wartawan sebagai Penggerak Kesadaran Publik
Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Kalimantan Tengah Kristiana Meinalita Samosir dalam sambutannya menyampaikan bahwa wartawan memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk isu HAM.
Menurutnya, pemberitaan yang sensitif terhadap nilai-nilai kemanusiaan dapat membantu menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan berkeadilan.
“Pemahaman HAM di kalangan wartawan penting agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap menghormati hak-hak individu,” ujarnya.
Kristiana diketahui menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Kalimantan Tengah sejak Maret 2025, setelah dilantik oleh Menteri HAM Natalius Pigai.
Profesionalitas di Tengah Perubahan Media
Dalam sesi pemaparan materi, Erwindy, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfosantik Kalimantan Tengah, menyoroti dinamika dunia media yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan media sosial.
Menurutnya, perubahan tersebut membuat arus informasi bergerak sangat cepat, sehingga wartawan harus tetap menjaga profesionalisme dan integritas dalam menyampaikan berita.
“Wartawan harus tetap memegang prinsip verifikasi dan akurasi agar informasi yang diterima masyarakat tidak menyesatkan,” katanya.
Pentingnya Etika dalam Pemberitaan
Sementara itu, Heronika, S.H., M.H. dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah menekankan bahwa pemahaman terhadap Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik sangat penting dalam menjalankan profesi wartawan.
Ia mengingatkan bahwa setiap pemberitaan harus memperhatikan hak-hak pihak yang menjadi subjek berita agar tidak melanggar prinsip-prinsip HAM.
“Wartawan harus memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang harus dihormati dalam pemberitaan. Oleh karena itu, kode etik dan regulasi pers harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas jurnalistik,” jelasnya.
Dukungan Organisasi Pers
Kegiatan ini diikuti oleh wartawan dari berbagai organisasi pers, di antaranya PWI, IPJI, IJTI, Pewarna Indonesia, AWPI, serta sejumlah komunitas media lainnya.
Diskusi berlangsung aktif dengan tiga sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para wartawan yang hadir memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar pandangan mengenai penerapan prinsip HAM dalam praktik jurnalistik.
Ketua PWI Kalimantan Tengah Zainal menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi insan pers dalam memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas pemberitaan.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman yang lebih luas bagi wartawan mengenai pentingnya perspektif HAM dalam pemberitaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan wartawan di Kalimantan Tengah dapat semakin memahami peran penting mereka dalam menyampaikan informasi yang tidak hanya faktual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.
Sumber: Yusuf Mujiono
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi